Forum Risma Samiran

(Remaja Islam Masjid Al-Mukhlishien Samiran)

Kamu Pengunjung ke-

Ada Apa Dengan Matematika??? Sabtu, Januari 03, 2009

artikel ini dikirim oleh mbak dwi sejak tanggal 22 Desember 2008. Karena pengelola blog sedang sibuk bikin laporan praktikum, maka artikelnya baru bisa terbit sekarang. Maaf ya.... Tapi gak apa, yang penting dah terbit.

WHAT IS HAPPENED WITH MATH????????

Apa sih yang ada di benak kita ketika mendengar kata matematika??? Akankah merasa ngeri??? Sebal???? L Takut??? Sedih??? Malassss???? Atau senang???? Yah, senang itulah yang seharusnya ada dalam benak kita. Kalau kita merasa sedih dan sebal, bagaimana dengan dunia???. Pasti akan akan lebih sedih. Mengapa??? Dapatkah Anda membayangkan kacaunya dunia ini seandainya orang tidak bisa berhitung secara sederhana, tidak bisa memahami ruang di mana dia tinggal, tidak bisa memahami harga suatu barang di suatu supermarket? Apa yang terjadi seandainya orang Malang mengatakan 7 + 5 = 12, sedangkan orang Surabaya berpendapat 7 + 5 = 75, atau kejadian-kejadian yang lain. Dapatkah Anda mendengarkan radio, melihat televisi, naik kereta api, mobil atau pesawat terbang, berkomunikasi lewat telepon atau Handphone (HP), dan lain sebagainya?

Oh,,, ternyata sungguh berharganya matematika itu. Matematika merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai oleh setiap orang. Matematika tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-sehari kita. Benarkah demikian??? Kalau Anda tidak percaya saya akan menantang Anda,, Coba sehari saja Anda tidak melibatkan matematika!! Bisakah??? (bisa2). Bagaimana dengan tombol2 angka handphone Anda? Bagaimana Anda mengetahui banyaknya air yang Anda minum hari ini??? Sungguh luar biasa, matematika memang gak bisa terlepas dari kita.

Okey2,,,, matematika memang tidak bisa terlepas dengan kehidupan kita. Terus kalau matematika tidak bisa terlepas dengan kita, bagaimana respon kita terhadap matematika? Apa kita masih enggan mempelajarinya? Harusnya tidak. Apakah kita masih memikirkan bahwa matematika mengerikan? Matematika menjadi momok? Susah? Tidak semua orang bisa mempelajari? Atau jika kita bertemu dengan matematika kita akan merasa happy and enjoy?

Saat ini telah banyak pendapat2 masyarakat tentang matematika. Beberapa di antara pendapat tersebut, antara lain: pertama, anggapan bahwa untuk mempelajari matematika diperlukan bakat istimewa yang tidak dimiliki setiap orang. Kebanyakan orang berpandangan bahwa untuk dapat mempelajari matematika diperlukan memiliki kecerdasan yang tinggi, akibatnya yang merasa kecerdasannya rendah mereka tidak termotivasi untuk belajar matematika. Padahal tidak demikian, siapapun dapat mempelajari matematika.

Pendapat kedua, bahwa matematika adalah ilmu berhitung. Kemampuan berhitung dengan bilangan-bilangan memang tidak dapat dihindari ketika belajar matematika. Namun, berhitung hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan isi matematika. Selain mengerjakan penghitungan-penghitungan, orang juga berusaha memahami mengapa penghitungan itu dikerjakan dengan suatu cara tertentu.

Pendapat ketiga, bahwa matematika hanya menggunakan otak. Aktivitas matematika memang memerlukan logika dan kecerdasan otak. Namun, logika dan kecerdasan saja tidak mencukupi. Untuk dapat berkembang, matematika sangat membutuhkan kreativitas dan intuisi manusia seperti halnya seni dan sastra. Kreativitas dalam matematika menyangkut akal-budi, imajinasi, estetika, dan intuisi mengenai hal-hal yang benar. Para matematikawan biasanya mulai mengerjakan penelitian dengan menggunakan intuisi, dan kemudian berusaha membuktikan bahwa intuisi itu benar. Kekaguman pada segi keindahan dan keteraturan sering kali juga menjadi sumber motivasi bagi para matematikawan untuk menciptakan terobosan-terobosan baru demi pengembangan matematika. Atau dengan kata lain untuk dapat mengembangkan matematika tidak hanya dibutuhkan kecerdasan menggunakan otak kiri saja, melainkan juga harus mampu menggunakan otak kanannya dengan seimbang.

Pendapat keempat, bahwa yang paling penting dalam matematika adalah jawaban yang benar. Jawaban yang benar memang penting dan harus diusahakan. Namun, yang lebih penting sebenarnya adalah bagaimana memperoleh jawaban yang benar. Dengan kata lain, dalam menyelesaikan persoalan matematika, yang lebih penting adalah proses, pemahaman, penalaran, dan metode yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan tersebut sampai akhirnya menghasilkan jawaban yang benar.

Pendapat kelima, bahwa kebenaran matematika adalah kebenaran mutlak. Kebenaran dalam matematika sebenarnya bersifat nisbi. Kebenaran matematika tergantung pada kesepakatan awal yang disetujui bersama yang disebut postulat atau aksioma. Bahkan ada anggapan bahwa tidak ada kebenaran (truth) dalam matematika, yang ada hanyalah keabsahan (validity), yaitu penalaran yang sesuai dengan aturan logika yang digunakan manusia pada umumnya.

Sekarang bagaimana dengan Anda?? Masihkah menganggap bahwa matematika itu menakutkan?? Matematika hanya bisa dipelajari oleh orang2 tertentu???? I answer NO.. SAY I LOVE MATH…………

7 komentar:

hyberzego mengatakan...

-------------------------------------------
:: Matematika VS Bahasa Indonesia ::
-------------------------------------------


ada tiga pengusaha ingin mendirikan sebuah perusahan(sampai sini paham? Ok, lanjut..) perusahan tersebut membutuhkan dana dua puluh lima juta miliar. masing masing pengusaha patungan 10 juta miliar (sampai sini paham? Ok, lanjut..) untuk mendirikan usaha ini dikenakan pajak dua juta miliar. pajak ini ditanggung oleh masing masing pengusaha tersebut. (sampai sini paham? Ok, lanjut..) jadi dari dana yang terkumpul terbilang tiga puluh juta miliar dipakai mendirikan perusahaan dua puluh lima juta miliar dan biaya pajak sisanya menjadi tiga juta miliar. sisa ini dibagi rata. jadi masing masing pengusaha mengeluarkan sembilan juta miliar(sampai sini paham? Ok, lanjut..).

kesimpulan(nda usah tegang).
sekarang kita hitung kembali rincian dana yang terkumpul. masing masing pengusaha mengeluarkan sembilan juta miliar, berarti jumlahnya .... (pinter, 27 juta miliar) setelah ditambah biaya pajak menjadi 29 juta miliar (pajak = 2 juta miliar)

nah sekarang pembaca yang budiman , bukankah tadi biaya yang terkumpul adalah senilai tigapuluh juta miliar. tapi kenapa setelah dirinci ulang kembali hanya terkumpul dua puluh sembilan juta miliar?! NAH YANG SATU JUTA MILIAR KEMANA Mas mbak?!!!!!

---------
ADIMAZ KEJORA, i love math, but i love indonesian more.

salam hangat

Anonim mengatakan...

adimaz,jangan malu2in dong. Kelihatan banget kalo jarang memperhatikan pelajaran matematika pasmasih SMA. Pantesan kalo lebih "love" Indonesia (---bukan indonesian---). Dalam ilmu matematika tu ada yang namanya asosiatif dan komutatif dan lain sebagainya. Jadi kalo cara menghitung anda kaya gitu, bener2 malu2in.Kecuali kalo anda cuma meng-copy dari internet semacam ngakak.com.
Atau gini aja, Matematika tanpa Bahasa gak akan pernah ada.
Setuju gak?

Anonim mengatakan...

weleh22 temenq yang dua ini...............
It's ok that math without language is nothing.....
And live without math is crazy.....
ckckckckkckckc........
Thanks for all comment.
Oh, my friends,,why am I more interest with English???
^_^ dweto

Anonim mengatakan...

OK, tu kan mas bayu, yang emang dah berkecimpung di dunia berhitung (itung2an). terang aja Mas Bayu paham akan permainan kata-kata saya. Tapi coba kalu orang yang memiliki pengetahuan umum (bukan orang yang berakademik matematik spt kimia, fisik dan jurusan lain).

Saya pernah sampaikan trik ini dalam pembelajaran di SMA, bahkan di kelas IPA.

mereka tertarik, dan bahkan hanya bisa melongo.

apa yang dapat kita simpulkan dari situ?

untuk masalah copipaste, itu terserah mas Bayu aja. whatever do you think, tapi tahu teori belum tentu bisa praktik. entah saya ambil dari mana pengetahuan ini, mungkin mas Bayu terlalu kecanduan google aja. hehehe

======
sampai ketemu di lain komentar
cao!

admin mengatakan...

he182x...
jangan diambil hati lho...
cuma kidding
just for ngguyu...
adimaz menghilang kemana?
kok gak pernah kelihatan?
Ditelan bumikah?
O iya, selamat ya punya motor baru....

respect mengatakan...

KEEP IT REAL, jangan hanya berteori tanpa sebuah aksi, tampilkan kreativitas, kredibilitas, sportivitas n semua yang ditambahi -itas.
ok_ing
RESPECT, ????????????

masbayoe mengatakan...

Kita emang harus R - E - S - T - E - C - P!!!!
Keep It Real....

Posting Komentar