Forum Risma Samiran

(Remaja Islam Masjid Al-Mukhlishien Samiran)

Kamu Pengunjung ke-

ADA CINTA DI SMANIMORI Rabu, Desember 03, 2008

(Cerita ini dikirim oleh mas Riyadi. Semoga temen-temen bisa terinspirasi. Jangan lupa kasih komentar, saran, masukan, pendapat, kritik, dll)

ADA CINTA DI SMANIMORI

(ryd_ella)

adimaz_kejora@yahoo.com





CERITA INI DIBUAT DENGAN SADAR DAN TANPA ADA PAKSAAN DARI PIHAK MANAPUN SERTA BERDASARKAN KISAH NYATA DAN BUKAN FIKTIF BELAKA



JIKA TERDAPAT PIHAK YANG MERASA DIRUGIKAN INI ADALAH FAKTOR KESENGAJAAN





Thanks To:



Alloh SWT

Bapak IbuQ tercinta

(atas dukungan dan segala bentuk bantuannya berupa riil maupun materiil)

Bapak Ibu Ella tercinta

(atas izin dan kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya)

Ella

(terimakasih mau menerimaQ apa adanya dan penuh ikhlas)

Pak De, Bu De Ella

(yang selalu memberikan izin kepada kami untuk bisa ngobrol bareng)

Temen-temenQ

(yang selalu memberikan dukungan dan semangatnya)

Temen-temen Ella

(yang selalu memberikan dukungan dan segala bentuk bantuannya)

Dan kepada

Pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu
BEGIN
Embun pagi memancarkan kesejukan di sela2 daun hijau yang rindang segar seakan memberikan pertanda bagi sebuah hubungan cinta yang semakin tumbuh diantara pertemuannya dengan seorang gadis SMA yang sedang asyik memberikan canda bersama dengan teman-temannya. Bel berbunyi memberikan isyarat bahwa pelajaran bahasa Indonesia telah dimulai. Ella, seorang gadis manis, cantik belia duduk di bangku 2 SMA. Tepatnya dia adalah seorang sosialis yang aktif bercanda dengan teman-temannya.

Minggu ketiga di bulan Juli’08 seorang mahasiswa UNY memberikan beberapa ceramah sebagai pengganti kewajiban dirinya mengajarkan bahasa Indonesia. Ryd, dialah mahasiswa yang dengan segala kemampuannya berusaha mengabdikan dirinya dimanapun ia berada. Tugas mulia sebagai seorang pengajar adalah memberikan pengarahan yang terbaik bagi para siswanya itu adalah bagian kecil dari motto hidupnya.

Seperti kegiatan yang biasa dilakukannya Ella bersama dengan beberapa orang temannya asyik ngobrol diantara jam pelajaran bahasa Indonesia sedang berlangsung. ”eh mbak yang duduk paling belakang?siapa namanya?” tegur guru bahasa tersebut. Ella, Pak....salah tingkah dari gadis cantik tersebut terlihat jelas dalam pandangan keseriusan Ryd. “jangan rame ya!” tegasnya.

Sejak saat itu aq mulai memperhatikan perilaku gadis ayu itu dengan sembunyi-sembunyi. Dari awal aq emang bersimpati kepadanya. Tetapi tidak mungkin juga seorang guru praktikan seperti q mampu meluluhkan hatinya kelak di suatau hari, pikirku. Terlebih lagi dia adalah seorang yang tergolong aktif di kelasnya, XI IPS 1 tepatnya. Jadi tidak mungkin donk q bisa ngedapetin dirinya yang ternyata juga punya banyak fans.

Satu bulan tak terasa sudah terlewati masa praktik mengajarku. Seperti biasa hari jumat ini aq kembali harus masuk di kelas Ella gadis yang dari tadi q ceritakan. Masih tampak kondisi aslinya bahwa kelas ini tergolong kelas yang hiperaktif dengan seorang kepala suku yang juga tergolong sangat aktif dalam rame di kelas, sebut saja di Nf. Keaktifan ramenya di kelas juga mendapat dukungan kuat dari para anak buahnya. Jam setengah sembilan tepat aq harus masuk ke kelas itu. Perlahan aq menyusuri jalan lantai berkeramik putih emper ruang gamelan yang setiap harinya selalu mendapat perawatan dari pak kebon^_^.

Dengan bekal persiapan yang matang meskipun saat itu aq belum sarapan pagi yang karena q dituntut harus selalu datang tepat waktu sementara q bangun agak kesiangan yang di samping q adalah seorang guru praktikan tetapi q juga harus mampu memberikan contoh kepada teman2 seperjuangan q. Ketika q tiba di kelas yang terkenal liarnya itu dengan cukup pede q masuk kelas, heran seketika ketika q hanya melihat beberapa orang gadis yang berada di kelas Ella adalah salah satunya.

“Ella dimana temen yang lain?

“ baru selesai olah raga Mas” jawabnya.

“trus apa hubungannya dengan pelajaran bahasa Indonesia?

Balasq.

(beberapa murid yang berada di kelas itu mengiringi tertawa kecil2)

Memang seperti itulah keadaan setiap hari jum’at selepas olah raga. Tidak apa-apa itulah semboyan q yang sering aq jadikan sebagai pedoman untuk jadi guru praktikan agar bisa bersahabat dengan siswanya.

Sekitar sepuluh menit aq menunggu siswa lainnya, tanpa ada yang merasa curiga dengan pandangan q ketika mencuri-curi setiap gerakan yang Ella lakukan. Sambil menyelam minum air mungkin ini bisa dikatakan sebagai ungkapan yang paling tepat pada waktu itu. Bedanya adalah pada saat itu q juga berusaha memberikan umpan kepada siswa agar bisa mencerna pelajaran dengan baik khususnya dalam belajar bahasa dan sastra.

Selama sepuluh menit tersebut cukup sudah konsentrasi q untuk memperhatikan dirinya. Sembari siswa yang lainnya sudah lengkap masuk ke kelas. Baik, pelajaran pun segera di mulai. Siswa mulai berusaha mencerna materi yang q ajarkan tak terkecuali Ella. Yang mengherankan adalah kenapa dia jarang sekali menatap q ketika q mengajarkan materi di kelas...apakah karena materi yang saya ajarkan kurang menarik, atau dari segi penyampaian yang kurang komunikatif, bahkan mungkin juga karena dia tidak suka pada q kali ya....

Tentu hal itu menjadi fenomena yang cukup berarti bagi q. Hingga pada suatu waktu dia tiba2 meminta nomor Hp q. Entah apa keperluannya aq kurang tahu tapi yang jelas q tidak begitu saja memberikannnya. Dalam hati q suka karena dengan begitu q juga bisa bertukar dengan nomor Hp-nya dengan harapan bisa saling ngobrol ketika selepas skul. Tetapi q juga harus tau diri jaga image donk masak komersiil benget siiiiiiiiiiicccccccccchh, he he he he.

Selepas pelajaran yang hanya cukup 40 menit di hari jum’at itu kemudian Ella berlari ke arah q dan dengan kepercayaan diri q minta saja nomor Hp-nya dengan alasan jika ada apa2 terkait kepentingan kelasnya kan q bisa hubungi dia aja, he he he. Kemudian dia memberikan nomor Hp-nya pada q. (jangan ngiri ya..........................)

Jujur q seneng bisa mendapatkan nomor Hp-nya. Sore harinya langsung q hubungi dia dengan alasan pingin sayhello aja itung2 biar tambah akrab dengan dirinya. Kami hanya sedikit bertukar sms pada waktu itu mengingat perkenalan kami yang baru mulai mengembang.

Sejak saat itulah ketika q sering bertukar sms dengan Ella hari-hari praktik mengajarku menjadi lebih berwarna dan bermakna. Tetapi sebagai seorang guru praktikan, biar bagaimanapun saya tidak membeda-bedakan dirinya dengan siswa yang lain dalam memberikan evaluasi pembelajaran meskipun ia sangat berarti dan istimewa bagi q.

Beberapa waktu aq bertukar berita keadaan dengan Ella q semakin bertambah akrab saja, obrolan yang kami lakukan hanya sebatas ngobrol biasa, artinya kami tidak menyinggung kaitannya dengan perasaan. Nah sejak saat itulah q poenya sebuah harapan bahwa nantinya ketika sudah selesai melaksanakan praktik mengajar q akan mencoba untuk menyatakan perasaan ini yang sudah q pelihara jauh2 hari untuk bisa masuk dalam kehidupan pribadinya.

Kekaguman q mulai bertambah dahsyat ketika kami satu tim mengadakan pertandingan kompetisi yang cukup punya daya tarik bagi siswa SMA yaitu futsal antar kelas. Kami mengadakan lomba terbagi dalam tim cowk dan cewk. Ella kembali memberikan aura yang cukup mampu menggetarkan seisi tubuh q, dia ternyata adalah seorang gadis energik penuh dengan semangat yang tinggi, antusias dalam mempertaruhkan kemenangan, dan dia juga sangat sporty di mata q.

Selain itu ia juga tampak selalu ceria, dengan keindahan senyumannya semakin memberikan pesona yang tak mampu q ungkapkan pada waktu itu. Di samping itu ia juga sangat berkharisma (maaf yach kayak merk motor honda aja, (hiks hiks).

Base camp itu adalah sebutan tempat q berteduh selama menjalani masa mengajar di smanimori. Di deket itulah q biasa memperhatikan Ella, kesehariannya selama di skul. Jalan2 itulah yang juga menjadi hobinya. Jadi dengan durasi yang cukup tinggi q bisa selalu mengamati tindakannya.

Lantas apakah dia juga sadar dengan hal itu?tentu saja tidak karena q betul2 berhati2 menjaga perasaan dan tindakan q agar tidak menjadi kecurigaan bagi yang lain. Sempat suatu ketika q merasakan bahwa dia tidak lagi merasa hepi dengan sms q. Pada saat itu q g tau sebabnya tapi yang pasti semangat untuk meraih simpatinya padaq tak kan pernah terlepas dari harapan q.

Berbagai nasihat q berikan padanya lewat sms agar jangan pacaran dulu karena masih SMA, padahal maksud dari ucapan q itu tidak lain adalah q tidak ingin dia punya cowok sebelum q nyatain perasaan q. Dalam hal ini q tetap tidak salah karena toh nasihat yang saya berikan bukan suatu tindakan ekstrim dan netral menurut q dan bukan merupakan suatu tindakan ke-egoisan semata.

Beberapa waktu menjelang penarikan KKN-PPL q semakin mempererat hubungan komunikasi q dengannya. Saya tidak tau pasti kenapa selama itu dia selalu memberikan tanggapan yang sangat baik pada q. Tapi q berusaha untuk tidak berpikir macem2 karena mungkin saja dia baik pada q adalah semata2 karena dia menganggap q bagai seorang kakaknya saja, api biar bagaimanapun q cukup merasa senang kok dengan tanggapannya pada q.

Sabtu, 20 september 2008 adalah saat sedih bercampur senang. Seneng karena merasa sudah selesai menjalankan tugas praktik mengajar dan bisa masuk kuliah kembali tetapi di sisi lain q sedih tidak bisa bertemu dengan gadis yang teramat sangat istimewa bagi q. Tetapi biar bagaimanapun itulah yang harus aq jalani.

Selesai KKN-PPL tidak mengurangi semangat q untuk selalu mengenang saat2 indah semasa di smanimori yaitu saat2 mengagumi Ella gadis ayu yang sangat istimewa bagi q. Suatu ketika saya membuat janji dengan dirinya untuk bisa main kerumahnya tapi kanyataan berkehendak lain karena ada saja halangan yang membuat kami tidak bisa bertemu. Tapi itu sebenarnya hanya manjadi bumbu saja bagi perjalanan q untuk bisa menemuinya dirumahnya.

Saat itulah tepatnya hari apa q lupa (he he maaf y sygQ) q nyatain perasaanq yang selama kurang lebih 3 bulan bersemayam dalam hatiku q bangunkan untuk berbicara terus terang tanpa basa basi q ungkapkan padanya. Tanggapan Ella sangat santai sekali bahwa dia akan menjawab selepas lebaran dan dia harus mudik dulu ke banjarnegara dimana tempat bapak ibunya berada. Di sana ia akan minta ijin pada ibunya untuk bisa menentukan apakah ia bisa menerimaq apa tidak. Ketika ia berada di sana q g bisa berbuat apa2, q hanya bisa komunikasi lewat sms aja sesekali ya ada telp jg siiiiiieeeeeeee.

Sekitar seminggu q tggu jawaban dari dia kemudian ia balik juga k jgja. Seneng sekali rasanya dia balik lagi k jgja yang mskipun q cukup prihatin juga padanya karena ia di guyur hujan yang cukup deras di perjalanannya menuju jgja.

Keesokan harinya q segera berkunjung kerumahnya kembali untuk meminta jawaban terhadap apa yang pernah dijanjikannya pada q. Ternyata dia bisa menerima q sebagai orang yang cukup istimewa bagi dirinya. 10 Oktober 2008 tepatnya kami memulai sebuah hubungan yang didasari atas dasar cinta.

Bahagia q menjalani tali kasih bersamanya, betapa tidak karena q ikhlas mencintainya dan q akan terus menyayanginya,. Meski demikian kami saling introspeksi satu sama lain, koreksi diri, saling berbalas sms mesra, sygQ, cintaQ, elaQ, darlingQ, princesQ, kksihQ, gdis kecilQ, asmaraQ, pujaan hatiQ, mungkin ini hanya sebagian kecil dari wujud sms mesra yang saling kami berikan satu sama lain.

Rasa sayang pada EllaQ juga q wujudkan ketika q bersedia terhadap tawaran mengantar ia pulang ke banjarnegara untuk menghadiri acara pernikahan mbk-nya. Gmn tidak, q malah merasa sangat bahagia sekali Ella memberikan kepercayaan pada q terlebih hal ini juga sudah melalui pembicaraan dengan kedua orangtuanya.

24 Oktober q ke banjarnegara bersamanya. Perkenalan q dengan kedua orang tuanya diwarnai dengan tanya jawab dan saling mengenal. Keadaan di sana sangat asing bagi q, suasana yang sangat dingin menjadi situasi yang baru bagi q. Sekitar 4 hari q berada di sana ada berbagai macam hal penting yang aq dapatkan.

Pertama adalah q sengaja mengadakan kesempatan untuk bisa ngobrol dengan bapaknya selaku orang yang paling berwenang dalam memberikan keputusan di keluarga Ella. Percakapan kami berlangsung cukup lama, beberapa hal penting yang saya terima, kami juga bertukar pendapat dan ada beberapa nasihat penting yang harus saya jaga baik2 dan ini terkait hubungan q dengan EllaQ kekasihQ.

Senang sekali q cukup diberikan kepercayaan oleh bapak dan ibunya. Artinya, bahwa kepercayaan itu menjadi tugas utama q dalam mengabdikan rasa cintaQ ke Ella. Empat hari bersama EllaQ semakin membuat q untuk merasa rindu padanya. Tidak lama setelah itu kemudian kami balik lagi k jgja menjalani hari2 kami seperti biasanya. “Dia skul dan q juga kul dimana tempat kami sama2 mengabdikan diri kami demi sebuah harapan dan cita2”.

EllaQ, makasih ya sayang untuk kesemuanya. Menjalin hubungan dengan q penuh berwarna. Ada suka dan dukanya. Q hanya bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi Ella. Rasa marah, malu, sebel, cemburu, jadikanlah sebagai pembelajaran yang berharga yang mungkin ini akan menjadi khasanah bagi kita bersama. Mari kita bersama2 saling menerima dengan ikhlas dengan harapan kita bisa menyatukan perbedaan diantara kita untuk bisa menjadi utuh, satu, dan padu dalam menjalin hubungan cinta yang lebih baik kedepannya.
END

6 komentar:

admin mengatakan...

adimaz, kok judulnya bukan "ADIMAZ PUNYA CINTA" aja? Lebih cocok. He182x... Akhirnya mas riyadi dah menetap pd satu org. Playboy samiran berkurang satu nih...

Anonim mengatakan...

weleh...weleh...

Anonim mengatakan...

ceiLeeeeeee Ehmehmehm mz riyadi!!!!!
Tk TggU lhooo the next cerpen ,,hixhix meong-meong angger ra gukguk..haaaaa

Anonim mengatakan...

wH mz Aji actinggg,,,,,,
pgn dfoto trs yachhhh??????hehehehe
waduhhhh senyumme.....

Anonim mengatakan...

hehehehehehehe
numpang lewat donk,,,,,,
ehm2,,, rupa2nya mz Riyadi selama ini baru mencari cintanya to??? Makanya kok gak pernah liat,,, ternyata ke banjarnegara,,,,,,,,,hehe

Anonim mengatakan...

mas Riyadi???
Ugh,,so sweet...
gman kabar mas agung widiyantoro?

Posting Komentar